Belajar Melindungi Privasi dan Data Pribadi dari Demonstran Hong Kong

Protes besar-besaran kembali terjadi di Hong Kong dua pekan lalu. Ratusan ribu masyarakat menyemuti jalanan untuk melakukan aksi damai. Mereka menuntut pemerintah mencabut kebijakan ekstradisi yang memungkinkan warga negara Hong Kong diadili oleh Tiongkok. Bagi para demonstran kebijakan tersebut bakal menjerumuskan Hong Kong ke sistem peradilan Tiongkok yang dinilai masih cacat hukum. Sekaligus menggadaikan independensi Hong Kong yang selama ini lebih demokratis sejak prinsip “satu negara, dua sistem” diterapkan pada tahun 1997.

Kerumunan tidak hanya meluap di jalanan. Di stasiun kereta bawah tanah, demonstran mengular di depan mesin pembelian tiket. Ini merupakan pemandangan yang tak biasa. Di kota otonomi khusus tersebut, pengguna transportasi umum hanya perlu satu kartu bernama Octopus Card. Selain menjadi tiket berkendara, kartu juga bisa dipakai untuk transaksi lain, seperti biaya tol, parkir, belanja, hingga sarana masuk ke apartemen/kompleks tempat tinggal. Lantas mengapa masyarakat Hong Kong mengorbankan kenyamanan dan tidak menggunakan Octopus Card selama turut berdemonstrasi?

Ternyata masyarakat Hong Kong belajar pada gerakan pro-demokrasi Umbrella Movement tahun 2014. Saat itu aktivis protes diberatkan dalam pengadilan menggunakan rekaman jejak yang dilacak melalui kartu transportasi mereka. Pelacakan dari kartu transportasi sudah jadi rahasia umum, dan prosedur ini banyak membantu pihak berwenang menemukan pelaku kejahatan. Namun apabila konteksnya digunakan untuk membekukan protes anti-pemerintah, maka tindakan tersebut menciderai kebebasan berekspresi dan proses check-and-balance yang menjadi hak warga negara. 

Smart mobility adalah agenda utama dari cetak biru kota pintar Hong Kong. Kini 99% warga negara Hong Kong menggunakan Octopus Card dengan 12,6 juta penumpang transportasi publik setiap harinya. Kota pintar didesain untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penghuninya. Data yang direkam dari kamera CCTV, sensor pendeteksi plat kendaraan, dan chip pada kartu semacam Octopus Card, merupakan konsekuensi yang perlu dibayar oleh warga negara untuk rasa aman dan nyaman. Sehingga isu mengenai pelanggaran privasi dan keamanan data menyeruak ketika membicarakan perubahan perilaku masyarakat Hong Kong di kala protes terjadi. 

Tatkala teknologi big data menjadi primadona, masyarakat terpapar risiko serius yang ironisnya terasa remeh. Banyak dari pengguna gawai absen membaca pernyataan terms and conditions dan langsung menyetujui beragam permintaan akses demi layanan aplikasi gratis. Atau asal mengiyakan saja ketika dimintai keterangan identitas diri yang kadang tidak relevan diberikan. Kelalaian masyarakat menjaga data pribadinya belum juga surut meski pengguna Facebook di Indonesia turut menjadi korban kebocoran data. Laporan Kapersky Lab dan B2B Internasional (2016) menempatkan Indonesia di urutan ketiga negara dengan tingkat penipuan daring tertinggi sedunia. 

Belajar dari perilaku peserta protes di Hong Kong, warganet dan pengguna gawai perlu memahami pentingnya melindungi data pribadi. Menurut Frederika Kaltheuner dari organisasi Privacy International yang berbasis di London, generasi masa kini mesti secara aktif mengetahui hak digital, mendorong transparansi, serta mengadvokasi kebijakan perlindungan data yang bakal menetukan arah penggunaan teknologi oleh pemangku kepentingan seperti perusahaan ataupun negara. Jangan sampai rasa serba ingin praktis menyerang balik bak bumerang.

Travelling Application Starter Pack

Liburan pastinya menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh kita semua. Tentunya momen ini bisa kita manfaatkan untuk me time bahkan juga dijadikan sebagai ajang kumpul bersama orang terkasih baik itu keluarga, pacar, ataupun sahabat. Travelling menjadi opsi yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama. Nah, jangan sampai kurangnya persiapan travelling merusak momen spesial kalian. Untuk menemani travelling kita agar lebih efisien, berikut aplikasi yang wajib ada di handphone kalian.

  1.   Travel Application

Sekarang kita tidak lagi perlu repot-repot mencari tiket pesawat, kereta, ataupun penginapan. Hanya dengan menggunakan aplikasi yang tersedia di appstore ataupun playstore di handphone kalian, urusan akomodasi dan penginapan bisa terselesaikan dengan mudah dan efisien. Seperti Traveloka yang menyediakan fitur pemesanan tiket pesawat, kereta, hingga hotel. Jika ingin penginapan yang lebih terjangkau dan merasakan pengalaman menginap yang berbeda, bisa menggunakan AirBnb untuk memesan villa, apartemen, atau bahkan rumah. Masih banyak aplikasi lainnya yang bisa digunakan untuk mempermudah momen liburan kita.

  1.     Currency Exchange Application

Apabila kalian ingin berlibur ke luar negeri, untuk memeriksa penukaran mata uang juga bisa dipantau melalui gawai kalian. Tanpa harus keluar rumah, terdapat aplikasi konverter sekaligus penukaran mata uang seperti XE Currency Converter & Exchange Rate Calculator. Melalui aplikasi tersebut kalian bisa memantau hingga 10 mata uang pilihan kalian hingga menghitung harga menggunakan konverter mata uang yang tersedia pada aplikasi ini. Dengan begitu bisa mempermudah menyiapkan budget berlibur kalian.

  1.     Guide Application

Agar tidak tersasar di wilayah yang akan dikunjungi, kalian juga wajib memiliki guide application sebagai pemandu kalian. Seperti fitur yang disediakan oleh aplikasi Google Maps atau Google Trips untuk membantu rencana perjalanan sesuai keinginan kalian di peta. Dan banyak guide application lainnya yang bisa menjadi pemandu online kalian. Bagi para muslim tidak usah khawatir untuk melakukan travelling ke luar negeri. Banyak aplikasi penunjang perjalanan kalian yang memiliki fitur pendukung ibadah kalian. Seperti Halal Local yang memiliki fitur melacak tempat makan halal dan masjid terdekat sampai reminder waktu ibadah yang dilengkapi dengan penanda arah kiblat. Dengan begitu momen berlibur kalian bisa terasa lebih aman, nyaman, dan tentram.

  1.     Translator Application

Berlibur ke negeri orang tidak menutup kemungkinan terhambatnya komunikasi dengan penduduk lokal karena perbedaan bahasa. Hal tersebut menjadi suatu hal yang krusial karena bisa menghambat travelling kita. Oleh karena itu, kita perlu aplikasi penerjemah untuk membantu kita dalam berkomunikasi dengan penduduk lokal seperti Google Translate yang sudah dilengkapi dengan fitur handwriting, conversation, sampai voice. Dengan begitu kita bisa berkomunikasi dengan lebih mudah dan lancar.

  1.     Fashion Application

Travelling tanpa hunting foto rasanya tidak lengkap. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan berbagai pakaian beserta aksesoris yang sesuai dengan destinasi wisata. Jangan sampai kalian salah kostum! Untuk menghindari hal tersebut kalian bisa mengunduh aplikasi Fashmates untuk mix and match model pakaian yang akan kalian gunakan nanti. Atau kalian juga bisa mengunduh The Hunt untuk mempermudah menemukan pakaian yang kalian inginkan. Banyak aplikasi lainnya yang bisa membantu kalian tetap tampil stylish sesuai dengan destinasi wisata kalian.

         Dengan memiliki berbagai jenis aplikasi yang tertera diatas, bisa membuat persiapan travelling kalian menjadi lebih efisien dan mudah kan? Dengan begitu membantu kalian untuk menciptakan momen liburan yang seru loh!

 

Sumber: dari berbagai sumber