Siaran Pers Siberkreasi & RTIK Madiun

Pemerintah mengapresiasi keberhasilan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) dan Relawan TIK (RTIK) Kota Madiun yang dinobatkan sebagai Winner dan Champion dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2020.

Dalam naskah konferensi pers yang dibacakan oleh Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digitalisasi dan SDM, Dedy Permadi, menyatakan penghargaan yang direbut oleh dua wakil Indonesia itu didedikasikan kepada rakyat Indonesia.

“Penghargaan ini juga kami dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk 8000 relawan TIK yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, serta 108 mitra dan jejaring yang tergabung dalam GNLD Siberkreasi,” ucap Dedy Permadi.

Menteri Johnny mengharapkan hasil kolaborasi semua pihak itu akan menginspirasi setiap upaya literasi digital guna menutup kesenjangan digital. Staf Khusus Menteri Kominfo menyebutkan penghargaan itu sebagai hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, baik pelaksana, pegiat literasi digital maupun masyarakat Indonesia yang terlibat dalam seluruh program dan kegiatan.

Siberkreasi Class: Hangout Online “Perempuan, Corona, dan Tulang Punggung Keluarga.”

Terjadinya Pandemi virus Covid-19 yang menginfeksi dua juta lebih manusia di bumi ini ternyata mengupas banyak cerita unik dari kaum perempuan.⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
Mulai dari yang stress karena terbiasa bekerja dan kini harus di rumah saja, stress karena kondisi ekonomi dan beban ganda, atau bahkan yang mesti jadi lebih kreatif ketika menjadi ibu purna waktu.⁣⁣
Yuk, diskusi dan mendengar cerita dari sahabat-sahabat perempuan kita mengenai kisah-kisah mereka selama minggu-minggu terakhir ini. Apalagi sebentar lagi akan dihadapkan dengan bulan suci ramadhan. Kira-kira apa saja yang sudah dipersiapkan para perempuan?⁣⁣
⁣⁣
⁣⁣
Hangout kali ini akan ditemani Adelia Panjaitan dari @sisternet, Maureen Hitipeuw dari @singlemomsindonesia, dan Marcella Zalianty dari @Parfi56 di Siberkreasi Class: Hangout Online dengan tema “Perempuan, Corona, dan Tulang Punggung Keluarga”. Senin, 20 April 2020, pukul 19.30-20.30 WIB.⁣⁣
⁣⁣
Yang mau join diskusi bisa langsung set reminder livestreamingnya di https://bit.ly/siberkreasihangout10⁣⁣
⁣⁣
#Perempuan#Covid19#SiberkreasiClass#HangoutOnline#KartiniMasaKini#Sisternet#Siberkreasi

National / Regional IGF Akhirnya Punya Panggung Utama di IGF 2019

Laporan dari MAG IGF 2019 – Berlin*

Dalam koridor Internet Governance Forum (IGF) PBB, perlu ada upaya lanjutan untuk memastikan agar pengalaman tiap negara atau kawasan dalam menyelenggarakan National / Regional IGF (NRI) dapat saling dipelajari oleh negara atau kawasan lain. Hal ini ditegaskan oleh Lynn Amour, mantan Presiden dan CEO Internet Society (ISOC).

Bertindak sebagai pimpinan rapat Multistakeholder Advisory Group (MAG) IGF di Berlin (5/6/2019), Lynn memberikan respon atas perkembangan NRI yang didiskusikan dalam rapat. “I think we’re missing an opportunity to actually learn from each other and the process. Saya telah melihat sejumlah hal bagus dari NRI, namun hanya beberapa saja, karena kebetulan saja saya kenal atau sambil ngobrol ngopi-ngopi,” ujarnya.

Anja Gengo, NRI Focal Point (koordinator) dari sekretariat IGF PBB, sebelumnya telah menjelaskan bahwa hingga kini telah ada 114 NRI resmi yang terdata oleh sekretariat IGF PBB, terdiri atas 82 negara yang telah melakukan National IGF, 17 Regional IGF dan 15 Youth IGF. Adapun Indonesia, sekedar catatan penulis, telah memiliki National IGF (IGF.id) sejak 2012 dan Youth ID-IGF sejak 2018.

Anja Gengo / Foto: ist.

Selaras dengan kepedulian Lynn agar pengalaman NRI bisa dipelajari secara luas, Anja pun menjelaskan bahwa untuk IGF 2019 pada November nanti di Berlin, akan ada material promo dan booth bersama yang akan diisi oleh sejumlah negara atau kawasan. “Pada tahun ini, NRI akhirnya dapat mengampu salah panggung utama (main session – red.), pada IGF 2019 Berlin. Baik tema maupun kontennya dirumuskan secara kolaboratif dengan para pengampu NRI,” tambah Anja.

Dasar pembentukan NRI itu sendiri, seperti diingatkan oleh Anja, adalah terletak pada Agenda Tunisia WSIS paragraf 80, yang intinya mendorong pengembangan proses pemangku kepentingan majemuk (multistakeholder) di level nasional, regional maupun internasional. NRI di sejumlah negara maupun kawasan bekerja secara independen, namun tetap berkolaborasi dengan sekretariat IGF PBB untuk rekognisi dan menjaga koridor yang ditetapkan seperti multistakeholder, bottom-up, terbuka, transparan, inklusif dan non-komersial sesuai panduan NRI Toolkit.

Penulis: Donny B.U**

*) Tulisan ini adalah laporan terbuka kepada publik dan pemangku kepentingan terkait.

**) Penulis hadir pada rapat MAG IGF di Berlin (Juni 2019) dalam kapasitas sebagai Perwakilan Tetap Indonesia untuk IGF – PBB. Penulis juga editor buku Pengantar Tata Kelola Internet dan dapat dihubungi melalui email dbu[at]donnybu.id